Esensi Sesungguhnya Pemasaran
Bagi saya, banyak sekali yang salah arah dalam memahami bisnis dan pemasaran. Bahkan itu sebuah kesalahan
besar, tapi tidak banyak yang menyadarinya. Salah satunya apa? Ini terkait 3 hal, inovasi, produk dan brand. Memang bagaimana itu?
Sebagian dari kita banyak yang berkeyakinan sukses merebut pangsa pasar dan menjadi dominan di pasar adalah dengan cara inovasi, produk dan brand; tindakan pasarnya berupa pengembangan produk secara terus-menerus (continuously development) untuk menciptakan merek baru (new brand) berikut variannya. Anda amati ya, ini akan menjadi sia-sia manakala kegiatan tsb diatas “tidak bisa menciptakan distinctive customer satisfaction” atau kepuasan pelanggan yang hanya diberikan oleh produk itu sendiri, dan tidak bisa diberikan oleh produk yang dibuat oleh pesaingnya.
Ingat, merek hanya diciptakan untuk mengejar peningkatan penjualan (brands for sales creation) dengan harapan merebut pangsa pasar (market share). Akibatnya, sebagian besar penjualan dibuat berdasarkan customer value yang sama. Padahal, kita sama2 tahu bahwa produk yang memiliki customer value yang sama akan menjadi produk yang bersifat komoditi. Ini dibeli berdasarkan pertimbangan harga, bukan berdasarkan karakteristik produk yang bagus dan luar biasa.
Sebagian dari kita banyak yang berkeyakinan sukses merebut pangsa pasar dan menjadi dominan di pasar adalah dengan cara inovasi, produk dan brand; tindakan pasarnya berupa pengembangan produk secara terus-menerus (continuously development) untuk menciptakan merek baru (new brand) berikut variannya. Anda amati ya, ini akan menjadi sia-sia manakala kegiatan tsb diatas “tidak bisa menciptakan distinctive customer satisfaction” atau kepuasan pelanggan yang hanya diberikan oleh produk itu sendiri, dan tidak bisa diberikan oleh produk yang dibuat oleh pesaingnya.
Ingat, merek hanya diciptakan untuk mengejar peningkatan penjualan (brands for sales creation) dengan harapan merebut pangsa pasar (market share). Akibatnya, sebagian besar penjualan dibuat berdasarkan customer value yang sama. Padahal, kita sama2 tahu bahwa produk yang memiliki customer value yang sama akan menjadi produk yang bersifat komoditi. Ini dibeli berdasarkan pertimbangan harga, bukan berdasarkan karakteristik produk yang bagus dan luar biasa.
Oleh karena itu, saya melihat saat ini kita harus ber-mindset untuk tidak
lagi berpikir tentang cara merebut pangsa pasar, akan tetapi adalah cara menciptakan
pasar baru dengan karakter produk yang kuat dan bentuk powerful brand yang meyakinkan.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Pangsa pasar itu apa?
BalasHapusPangsa pasar itu market share Mbok. Istilahnya pangsa pasar itu adalah persentase total penjualan suatu perusahaan (dari semua sumber) dengan total penjualan jasa atau produk dalam industri.
Hapus