Menyusun Strategi Positioning Pasar
Cara menciptakan positioning bukan pada menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, melainkan mampu secara kreatif menggunakan apa-apa yang sudah ada di dalam pikiran konsumen menjadi lebih fokus dan berbeda.
Saat ini, di dunia, masyarakat sedang kebanjiran informasi. Setiap kedipan mata kita, muncul ribuan informasi, apakah bentuknya kata-kata, symbol, gambar baik bergerak maupun tidka bergerak, suara, benda hidup maupun mati. Dunia kita sudah ditumbuhi hutan belantara informasi. Satu-satunya pertahanan kita sehingga masih tetap hidup dan bernafas adalah pikiran kita. Pikiran akan menolak gencarnya serangan informasi kecuali sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah kita miliki sebelumnya.
Contoh menciptakan positioning adalah: (a) Avis, perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan mobil selalu mengkampanyekan “Kami bukan nomor satu, tetapi nomor dua, sehingga kami selalu mencoba bekerja lebih keras”. (b) Seven Up, minuman bukan cola. (c) Dove, bukan sabun separuhnya pelembab.
Untuk mengambil celah pasar, strategi yang paling cepat untuk masuk ke dalam benak konsumen adalah sangat sederhana. Contoh yang sangat berhasil diterapkan oleh perusahaan otomotif kelas dunia adalah: (a) Volvo, yang menggunakan kata “keamanan”. (b) BWM, yang menggunakan kata “sportness”. (c) Mercedes Benz, yang menggunakan kata “kenyamanan”. Jangan ciptakan positioning yang menimbulkan kekacauan di benak konsumen. Contoh: “Karimun, mobil yang kecil tapi luas”. Pikiran kita akan bereaksi, mana ada mobil kecil tapi luas. Kuncinya adalah temukan manfaat dari produk yang kita jual. Manfaat tsb harus benar-benar merupakan solusi bagi permasalahan yang ada di benak konsumen. Jadi, positioning adalah menemukan kata yang tepat, pada orang dan waktu yang tepat.
Misi utama positioning itu penempatan produk ke dalam benak konsumen. Jadi, positioning bukanlah sesuatu yang kita lakukan pada produk kita. Positioning menjadi sesuatu yang kita lakukan ke dalam benak dan pikiran para konsumen-konsumen kita.
Positioning menjadi penting untuk perubahan, tetapi perubahan ini bukan perubahan yang kita lakukan semata-mata terhadap produk, melainkan perubahan yang kita lakukan kepada keseluruhan brand image, seperti nama, kemasan, dan persepsi. Intinya adalah positioning itu perubahan yang kita lakukan kepada perbedaan yang kita lakukan pada penampilan, citra, dan persepsi sehingga konsumen mempersepsikan produk kita sebagai produk yang berbeda dan menempati posisi ttt yang lebih berharga dalam benak pikiran konsumen.
Strategi ini bisa juga lo dipakai untuk strategi politik.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar