Marketing Insight: Lifetime Customer Staycool Barbershop, Seturan
Password: Lifetime Customer dibandingkan Onetime Customer.
Yogyakarta adalah kota yang sering menghelat konser-konser musik besar dari yang bertaraf lokal hingga internasional. Selain itu, kota Yogyakarta juga merupakan kota pelajar yang berisikan banyak sekali komunitas-komunitas besar seperti komunitas musisi, komunitas motor besar yang lebih banyak dikenal dengan pecinta custom culture. Hampir semua dari mereka bergaya rockabilly, hal ini tentu memancing anak-anak muda di Ygyakarta khususnya yang menyukai gaya hidup rock n roll (rockabilly) untuk mengikuti gaya hidup demikian. Gaya hidup tersebut didalami dengan mulai memakai pakaian, sepatu, hingga/sampai juga pada bentuk dan gaya rambut rock n roll (rockabilly) seperti yang dicontohkan oleh bintang besar Elvis Presley, Jhony Cash, Mike Nest, dan lain sebagainya.
Adalah dia Mokhamad Firdaus, pria kelahiran dan asal Bandung yang bermukim di Yogyakarta berusaha menjawab peluang pasar rock n roll dengan treatment bisnis di sektor potong rambut (barbershop) gaya rockabilly. Usaha barbershop ini ia beri nama Staycool Barbershop yang beralamatkan di daerah Jl. Seturan Raya, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara pengamatan mata saya, barbershop ini menawarkan jasa potong rambut berkonsep kekinian dengan penguatan tema rock n roll (rockabilly). Tempat potong rambut ini (barbershop) berbeda dengan tempat potong rambut pada umumnya, kenapa? Karena tempat potong rambut Staycool Barbershop berkelas premium dengan spesialisasi gaya rambut rockabilly. Gaya rambut rockabilly yang ia tawarkan adalah gaya rambut tahun 50-an hingga gaya rambut rockabilly tahun 2017-san yang sedang nge-trend saat ini (trend gaya rambut rock zaman now), yaitu gaya rambut vintage.
Hal yang membedakan Staycool Barbershop ini dengan tempat potong rambut pria lainnya adalah Staycool Barbershop ini memiliki keunikan penggabungan konsep berupa pilihan musik rock terbaik yang cozy, seni dan gaya hidup, yang ia dalam identitas rockabilly barbershop. Founder mengatakan ini adalah bentuk maha karyanya. Kelebihan Staycool Barbershop berikutnya adalah keramahannya didalam pelayanannya. Ia berprinsip "lifetime customer jauh lebih penting dibandingkan onetime customer".
Lifetime customer dibandingkan onetime customer dapat terjadi di Staycool Barbershop karena diperhatikannya tingkat kepuasan para pelanggan-pelanggan yang potong rambut. Servis yang ia tawarkan adalah keramahan didalam pelayanan, kenyaman tempat, dan konsep ruangan yang berkesan, dengan kesan custome culture dan rock n roll sehingga pengunjung tidak akan merasa bosan saat memotong rambut di barbershop ini. Saat pertama masuk di tempat ini, pelanggan yang datang akan langsung disambut dengan suasana ruangan yang berkonsep "custome culture", dimulai dari layout penataan interiornya, pilihan bacaan-bacaan majalahnya dari yang klasik hingga yang upodate, ruang tunggu pengunjung agar tidak bosan, nomor giliran, dan penataan ruangan yang tertata rapi dan menimbulkan kesan bersih sejuk lawas urban tapi powerful.
Berdasarkan pertimbangan analisis situasi, maka dapat saya simpulkan bahwa Staycool Barbershop secara Portes Five Forces, sisi competitive rivalry adalah yang harus banyak dipertimbangkan karena trend lingkungan yang terjadi kota Yogyakarta sudah mulai banyak barbershop tematik yang bertebaran. Saat ini, siapa para market leader potong rambut tematik di Yogyakarta? Berikut adalah para market leader potong rambut tematik di Yogyakarta, yaitu: (a) Goodwill barbershop; (b) Boediman Jr barbershop; dan (c) Mark the barber.
Visi misi usaha potong rambut Staycool Barbershop adalah: Visi, yaitu menjadi rockabilly barbershop pria dan anak muda yang memberikan kenyaman dari menunggu saat antri hingga selesai dicukur. Misinya, yaitu (a) memberikan pelayanan yang memuaskan kepada customer; (b) pengelolaan rockabilly barbershop yang profesional dan bertanggung jawab; (c) inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan pada pola rockabilly barbershop. Apa saja daftar produk Staycool Barbershop? daftar produk Staycool Barbershop antara lain adalah (a) potongan gaya rambut Quiffl Rockabilly; (b) potongan gaya rambut Vintage 50-an; (c) potongan gaya rambut Short Spikey; (d) potongan gaya rambut Butch; dan (e) potongan gaya rambut lainnya.
Untuk gambaran kondisi SWOT industri bisnis ini (Staycool Barbershop), menurut kacamata saya adalah: (a) Strength, yaitu memiliki konsep yang unik dengan menggabungkan gaya hidup rockabilly, custome culture, motor, musik, dan potong rabut menjadi satu kesatuan dan saling terikat satu sama lainnya (integrated each other), dan membuat gaya potongan rambut rockabilly dan mainstream lainnya menjadi bagian dari lifestye yang saat ini diusahakan dilahirkan. Lalu, memiliki base community yang kuat, yatu komunitas rockabilly dan custome culture yang selalu memberikan support. Lalu, lokasi bisnis Staycool Barbershop yang strategis dan mendukung; (b) Weaknesses, yaitu kurangnya promosi visual yang dapat merepresentasikan citra perusahaan dengan baik. Lalu, promosi hamya melalui komunitas dan berdasarkan berita dari mulut ke mulut, hal ini efektif namun tidak ada pengaruh pemasaran yang masif. Lalu, keterbatasan kreativitas didalam strategi branding dan rebranding perusahaan untuk identitas perusahaan Staycool Barbershop yang bisa menyebabkan image perusahaan terlihat konsisten; (c) Oppotunities, yaitu perkembangan ekonomi kota Yogyakarta yang melaju dengan pesat membuat perusahaan bisa memaksimalkan dalam penguasaan (grap) pasar terhada para kaum komunitas dan para follower-nya dengan tetap bisa meletakkan posisi harga di nilai tawar yang eksklusif namun bisa terjangkau bagi kalangan komunitas (harga sesuai dengan kualitas). lalu, memiliki jaringan komunitas yang luas sehingga memungkinkan untuk promosi yang lebih besar serta bisa membuka cabang. Lalu, memiliki konsep gaya rambut sepanjang masa yang konsisten dan bukan hanya meniru jaman; (d) Threats and Challenge, yaitu mulai banyak berkembangannya barbershop dengan konsep yang mengadopsi barbershop dengan tema rockabilly terkemuka Nasional dan dunia membuat ini bukanlah kondisi yang mudah. Lalu, teman satu komunitas yang ingin membuka barbershop berkonsep sama serupa.
Dari seluruh poin SWOT diatas, bagi saya grand strategic-nya adalah: (a) perkuat iklan dengan bentuk commercial video yang menarik, karena zaman saat ini orang jauh lebih senang (mainstream-nya) senang melihat hal-hal yang bersifat visual dibandingkan yang non-visual; (b) buat poster iklan Staycool Barbershop yang bagus; (c) buat iklan majalah Staycool Barbershop yang bagus; (d) gaet juga komunitas-komunitas linier dengan gaya hidup anak muda, contohnya komunitas skateboard dan grup band rock lokal sebagai endorse atau brand ambasador Staycool Barbershop. Tujuannya agar semakin populer di kalangan segmen pasar Yogyakarta.
Kata kunci result as promised adalah pintu utama kesuksesan bisnis ini. Oleh karena itu, kualitas, manfaat dan harapan yang sesuai ekspektasi awal inilah point paling penting yang bisa memenangkan hati para konsumen.
Menurut saya, industri potong rambut adalah industri progresif yang relatif baru di kota Yogyakarta. Untuk mampu mengejar brand value dan satisfaction point, harus ada strategi yang jeli dan cermat dalam hal ini. Oleh karena demikian, perlu promosi yang gencar dan pemposisian harga yang tepat dari waktu ke waktu (tahun ke tahun) demi membuat para konsumen di segmen ini loyal. Karena, saya melihat konsumen mengganggap bahwa produk potong rambut Staycool Barbershop adalah basic utility mereka.
Catatan lainnya adalah: konsumen melihat Staycool Barbershop lebih karena basic service-nya saja, yaitu hanya ingin potong rambut, belum benar-benar karena sesuatu yang intangibel respon reaksinya terhadap sebuah merek dagang ini. Solusinya bagaimana? yaitu Staycool Barbershop harus mulai lebih banyak berinvestasi pada program-program yang sifatnya know your customer (tahu apa saja yang para pelanggan potong rambut inginkan dan mau dapatkan). Masalah saat ini adalah banyaknya dari mereka-mereka yang tidak tahu siapa pelanggan mereka, mereka melihat pelanggan mereka hanyalah orang yang lalu lalang masuk keluar berpotong rambut di tempat mereka, mereka tidak bisa memastikan lagi apakah para mantan customer tersebut ada jaminan kembali ke Staycool Barbershop atau tidak. Penting sekali usaha barbershop ini memikirkan bagaimana srategi know your customer dapat berjalan dengan baik. Caranya? dengan membangun databased yang baik tentang fasilitas dan layanan apa saja yang paling disukai dan sering digunakan di staycool barbershop.
Bahkan kalau perlu, historis potong rambut mereka secara keterangan jam, hari, minggu, bulan, dan tahun juga diketahui dan dirangkai daam databased yang baik. Kenapa? Karena banyak yang harus Staycool Barbershop ketahui melalui kecenderungan perilaku para konsumen-konsumennya.
Penting juga bagi staycool barbershop punya tim retention untuk mengindentifikasi sejauh mana customer di staycool barbershop loyal. Caranya? profiling secara bertahap kepada konsumen, entah itu per-tiga hari, minggu, tiga minggu, dan bulan. Dengan tahapan ini diharapkan staycool barbershop sudah mampu terlihat pola perilaku konsumennya. Saat konsumen sudah mencapai kriteria-kriteria tertentu yang ditentukan, lalu berikanlah program-program dengan penawaran khusus. sebisa mungkin penawaran tsb spesifik sesuai kebutuhan konsumen staycool barbershop saat ini/itu secara potong rambut. tujuannya, ia (para pelanggan) benar-benar merasakan benefit-nya dan mulai berpikir bahwa cukur rambut di Staycool Barbershop adalah kebutuhan primer, bukan sekunder lagi.
Penutup. Staycool Barbershop harus perduli dengan higienitas dan kebersihan lingkungan. Hal ini harus terlihat dari tampilan gerai Staycool Barbershop dan peralatan yang digunakan. Kalau perlu, Staycool Barbershop perlu menggunakan hygienic box yang digunakan sebagai tempat penyimpanan peralatan, sterilizer, dan barang milik pelanggan. Untuk menambah keunikan, tidak ada salahnya Staycool Barbershop memberikan inovasi layanan baru berupa sisir yang digunakan diberikan kepada pelanggan tsb setelah selesai menggunting rambutnya.
Sehingga konsepnya, "satu pelanggan satu sisir baru".
Terima kasih.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!
Komentar
Posting Komentar