Cara Bertahan Di Tengah Perang Tarif


Every business has competition, tidak perduli se-inovatif se-kompetitif apa bisnis kita saat ini, itu hanya faktor waktu saja, kedepan kita akan selalu bertemu dengan perang tarif/harga. Sampai ada quote seperti ini, selama ada bisnis dan bersaing, disana selamanya aka nada perang tarif/harga. Jika dikritisi perang tarif/harga memang tidak baik, tapi at the same time jika faktanya kondisi pasar memang harus menyeret kita untuk perang tarif/harga ya bagaimana lagi, kita harus ikut perang disitu, ikut bermain dan menyesuaikan, kalau tidak, kita akan ketinggalan. Lalu bagaimana solusinya? Bentar, kita ngemeng2 gak jelas dulu dibawah ini.

Anda ingat2 ya, kalau kita bicara ttg terobosan apalagi pas kondisi bisnis kita shifting, apa yang harus dilakukan?! Yaa yang harus dilakukan adalah “dihadapi”. Faktanya, jualan apa, kadang konsumennya maunya apa. Prinsipnya kita yang penting menjual produk yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien. Jadi, sebenarnya tidak ada formula yang special didalam hal ini. Nah, kalau ttg meluncurkan produk kedepan bagaimana?! Saya pikir opsinya 2, yaitu fokus ke penyempurnaan produk content (eksisting) saat ini, ataukah benar2 meng-create new product; semua tinggal cara meng-arrange-nya saja. Tapi yang pasti, mungkin alternatif-nya disini adalah “fee based income”; cara ini biasanya lumayan jitu men-deliver pendapatan kita naik.

Kalau ttg payment bagaimana?! Pola partnership untuk payment penting sekali ya, cuma masalahnya sekarang adalah konsumen kadang menggunakan promo-nya saja, jadi fungsi pokoknya/utamanya tidak. Kalau ttg B2B bagaimana (ini terakhir sebelum kembali ke perang harga/tarif)?! B2B biasnaya besar dan mengambil porsi 20%nan dari total pendapatan perusahaan, ini cukup dan lumayan besar hehehe, bahkan bisa menjadi slogan keunggulan. Tapi B2B segmennya mesti jelas, dipegang holding langsungkah, atau cukup anak perusahaankah?! Strategi memperbesar B2B adalah connectivity-nya, bahwa pastikan IT Solution yang mengarah ke hosting, cloud data center dan lain sebagainya sudah included disitu, sehingga memang kedepan harus punya strategic partnership dan joint management agar pendapatan bisa maksimal ke kita, sedangkan resiko yang kita hadapi bisa kita lempar ke orang lain.

Kembali ke laptop ttg perang harga/tarif. Perang tarif/harga prinsipnya daya tahan (durability) dan jangan terganggu/jangan mudah terusik sebenarnya. Jika pesaing memaksa bermain di jalur perang harga/tarif, kita tidak banyak pilihan kecuali hanya mantengi cost structure agar tidak membengkak, dan menjaga bottom line dan top line bisnis kita tidak menurun. Karena saat perang harga/tariff, tantangan kita di efek sampingnya bagi perusahaan yang mendepresiasi jumlah margin EBITDA dan membuat gerak investasi dan pengembangan bisnis perusahaan kita terbatas.

Di era disrupsi ini memang tantangan kita adalah iklim bisnis dan konsumen yang berjalan seenak jidatnya. Tantangan saat ini konsumen yang tidak mengenal loyalitas pada perusahaan ttt, selama siapapun bisa memenuhi kepuasan mereka, maka mereka akan seenak jidat berpindah dari layanan perusahaan satu ke perusahaan yang lain. Apalagi peta industri dan bisnis sekarang tidak banyak berubah dimasa yang akan datang, membuat berpikir tentang inovasi menjadi sangat sulit. Oh ya jangan lupa partnership/ aliansi/ joint management dengan jaringan bisnis kita yang lain, ini akan mengurangi cost structure dan menguntungkan kita. Contoh kasarnya, kalau kita ingin makan daging wedhus, kita tidak harus punya wedhusnya kan?! Kita bisa kerjasama dengan orang lain atau beli dari orang lain. Nah, itulah guna sharing management/ partnership/ aliansi/ joint management.

Penutup. Tentang perang tarif/harga, memang harus ada regulasi yang tepat mengatur ini (perang harga/tarif). Agar pebisis, konsumen dan stakeholder lainnya tidak saling dirugikan.

Your time is limited, dont waste it living someone else's life.

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusun Strategi Positioning Pasar

Esensi Sesungguhnya Pemasaran

Fenomena Dan Pembangunan Flash Sale Online