PR Sebagai Corong Penyampai Pesan Yang Baik


Kompetisi di industri dan teknologi 4.0 saat ini sudah sangat ketat, kita sudah saatnya hidup dengan nafas inovasi dimanapun, bahkan hal ini terjadi di Fakultas dan Prodi jurusannya juga. Saat ini, jika prodi jurusan pemasaran tidak berkembang bertumbuh dan agresif dengan baik, maka akan kalah dengan prodi jurusan PR/ public relation di Fisipol. Dan sekarang, banyak yang berpikir bahwa PR itu mudah, yakni tugasnya cukup mengundang media datang ke acara, membuat konsep acara yang menarik, membuat rilis, dan mendapatkan publikasi. 

Sebagaimana yang saya amati, ternyata tugas PR tidak semudah itu saja. Tugas PR yang substantif dan malah menarik itu adalah di corong penyampai good messenger, visi misi, rencana, pesan, aksi perusahaan, brand yang harus tersampaikan kepada pihak-pihak yang diinginkan. Siapa saja itu? Bisa masyarakat luas, pemerintah, media, investor, konsumen, dan lain sebagainya. Begitu juga kasus sebaliknya. Jika beredar kabar, isu, aturan, hingga kebijakan dari para pemangku kepentingan. PR harus mengetahui, menyerap, mengolah dan bisa menyampaikan dengan baik kepada manajemen. 

Melalui tulisan ini, saya juga belajar bahwa ada 6 fungsi mendasar dari tugas seorang PR. Entah PR yang hubungannya dengan dunia periklanannya, marketing, management issue, public affairs, menghadapi krisis, media sendiri atau lain sejenisnya. Yang jelas fungsi-fungsi ini tentu punya kerumitan dan tingkat kesulitan komprehensif masing2. Ironi-nya adalah kerjaannya PR ini dan teman2 marketing jarang yang paham ttg hal ini kadang, sedangkan seharusnya marketing corong utama strategi (memahami strategi) dan teknis terkait pemasaran dan komunikasi efektifnya. Inilah yang kadang membuat competitiveness pemasaran menjadi berkurang dan bisa digantikan dengan public relation.

Dengan dasar gambaran inilah, bisnis seharusnya punya beragam strategi dan sudut pandang angel tertentu, khususnya ttg strategi dan komunikasi terkait cara memainkan/mengolah informasi, komunikasi, peluang, persepsi dan proses direct interaction lainnya untuk membantu CEO membangun prospek perusahaan kedepan lebih baik. 

Salam, 

Bahrul Fauzi Rosyidi, 
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 
Tulisan dilindungi hak cipta!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusun Strategi Positioning Pasar

Esensi Sesungguhnya Pemasaran

Fenomena Dan Pembangunan Flash Sale Online